Tampilkan postingan dengan label kulineran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulineran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juni 2013

KULINER TRADISIONAL PEKALONGAN : GEMBLONG...GEMBLOOONG...

Hari ini terakhirku di pekalongan, besok Insyaallah kembali lagi ke kota semarang dan menjalankan rutinitas lagi seperti biasa dan tak lupa segala rencana untuk usaha di rumah sudah kurancang, semoga Allah meridhoi usahaku...amiiin YRA....

Tadi ke pasar lagi tapi kali ini ke pasar Banjarsari (pasar besar di pekalongan), memang tugasku selama di pekalongan harus sementara menggantikan ibu belanja dan masak karena memang ibu yang lagi sakit, dan sekarang Alhamdulillah sudah agak mendingan jadi aku besok bisa kembali ke semarang lagi.

Hari terakhirku masak adalah menu sop buntut iga spesial buat keluarga besar tapi postingnya setelah ini saja ya, kali ini aku hanya ingin memperkenalkan jajan tradisional lagi dari pekalongan..heheee...kebetulan nemu juga tadi di pasar, penjual gemblong...ya sudah beli saja sekalian 10rb dapet 7 bungkus kecil..makan cuman nylilit aja kata adikku...hihiiiii...makanan gemblong mungkin di daerah lain sudah banyak yang tahu kalau itu berasal dari ketan ditumbuk, tapi kalau di pekalongan gemblong isinya nggak cuman gemblong aja, isinya terdiri dari gemblong diiris tipis, klepon, ketan putih dikucur dengan saus santan kental, kinco dan srundeng (kelapa parut yang dicampur gula.)....nyam...nyam...enak, nggak cukup cuma satu bungkus, bisa 2-3 bungkus kalau mau kenyang...:D

Gemblong
Jajanan gemblong ini dulu sering dijajakan pada malam hari, yang jual gembong pasti suami isteri yang jalannya selalu beriringan sambil menjajakan dengan suara khasnya...blong..gembloooooong...jadi seperti pasangan setia saja, makanya dulu kadang kalau ABG yang berpacaran runtut2an sering dibilang 'koyo wong dol gemblong senengane intil-intilan bae (bhs pekalongan)'...tapi sekarang kok nggak ada lagi yang seperti dulu jual gemblong malam hari runtut2an suami isteri, mungkin jadi terimbas jaman sekarang yang musim kawin cerai kali yaa jadinya sekarang langka...hahaaaa...kebanyakan skrg penjual gemblong ya nongkrongnya di pasar tapi sendirian aja....



Gemblong
Ada juga tu tambahan sarapan pagi tadi, sabu kinco alias sarapan bubur kinco, beli di sebelah rumahku yang biasa jual nasi megono buat sarapan...weeeh, kenyang deeeh....Alhamdulillah...


Bubur Kinco

Bubur Kinco

Jumat, 07 Juni 2013

BUNTIL KHAS PEKALONGAN YANG NGANGENI

Masih di kota kelahiranku, kota Pekalongan.
Pas lagi belanja lihat bakul bobos di pasar tradisonal di depan pintu masuk dengan ciri khasnya bakulnya meletakkan bobosnya masih dalam dandang besar, wah...jadi pingin beli kebetulan belum sarapan niih, nggak sengaja juga ketemu bakul bobos yang kadang2 ada kadang tidak ada, lumayan buat tombo kangen.Beli 5 ribu dapat 8 bobos...betul-betul murmer..:D

Tanaman Lompong


Bobos adalah makanan tradisonal pekalongan, kalau di semarang dan kota lain biasa disebut buntil yang bikinnya bisa dari daun singkong, daun pace, daun lompong, daun pepaya, dll dan cara masak buntilnya juga pakai santan dengan bumbu yang berbeda baik dari isi buntilnya maupun kuahnya. Kalau bobos pekalongan dibungkus dengan daun lompong dengan isian kelapa muda parut, kacang tolo dan bumbu tertentu dan kuahnya juga tidak memakai santan, yummmy...sayang aku belum bisa bikin sampae sekarang krn bumbunya juga kurang tahu dan tidak bisa mengolah daun lompongnya juga, karena daun lompong butuh perlakuan khusus untuk memasaknya, kalau masaknya kurang bener bisa membuat tenggorokan gatel, cekit-cekit...aku pernah juga ngalami yang seperti itu, nggak lagi ah...rasanya jadi nggak enak...:(

Bobos (buntil pekalongan)

Bobos (buntil pekalongan)

Yuk kalau mampir ke pekalongan berburu bobos, enak lo....teman2 asli pekalongan yang sudah tinggal dan bekerja di perantauan pasti sangat kangen dengan makanan ini...hhufft..untung aku masih bisa bertemu lagi, karena jarak semarang-pekalongan masih cukup dekat dan sering bolak balik juga nengok ortu yang masih di pekalongan...selamat hunting bobos.....:D









Sabtu, 01 Juni 2013

SALAH SATU KULINER KHAS : TAUTO PEKALONGAN...

Setiap mudik pekalongan tidak ketinggalan makan tauto, sebenarnya sudah biasa masak sendiri di rumahku, tapi sudah lama belum masak tauto jadi belum bisa share resep dan fotonya, insyaallah kapan2 aku masak dan share resepnya ya mumpung masih punya persediaan tauconya yang kubawa dan beli di pekalongan asli..hehee...

Kalau yang ini pas kebetulan lewat dan mudik pekalongan sebelum sampai rumah biasalah suami pasti pingin jajan bakso lontong buat ngisi perut setelah perjalanan semarang - pekalongan, jadi kita mampir di warung bakso Pak Mus, yang disitu juga menyediakan tauto juga, karena lagi mblenger bakso aku pesen tauto aja sambil mengobati rasa kangennya makan tauto, walaupun ini bukan spesial penjual tauto tapi orang pekalongan lebih mengenalnya  dengan penjual bakso tapi tautonya juga lumayan enak kok...apalagi di depan meja tersedia gorengannya juga seperti tempe goreng kriuk dan tahu goreng kriuk alias goreng glepung.

tauto ayam
O iya bagi teman2 yang belum mengenal tauto, ini sekilas info saja...tauto adalah nama masakan sejenis soto karena berkuah banyak, banyak orang menyamakan tauto pekalongan dengan soto padahal keduanya mempunyai perbedaan yg cukup signifikan baik dari bumbu maupun rasa. Soto banyak ditemukan di berbagai daerah sedang tauto ini hanya di dapatkan di daerah pekalongan dan sekitarnya yang memiliki bumbu khas yang ada dalam soto yang tidak dipunyai daerah lain yaitu adanya penambahan tauco di dalamnya, barangkali karena terdapat bumbu khasnya itulah dinamakan tauto gabungan dari tauco dan soto.Banyak sekali warung soto yang terkenal di kota pekalongan seperti warung tauto Pak Tjarlam, tauto Kunawi, tauto PPIP, tauto Damudji...naah, bagi teman2 yang kebetulan lewat Pekalongan coba yuk makan tauto pasti bikin ketagihan lo....


lontong tauto

warung makan pak mus

Jumat, 31 Mei 2013

KULINER KHAS KOTA DEMAK : BAKSO BALUNGAN




Rutinitasku setiap bulan adalah  perjalanan semarang-demak, menjenguk mertua yang tinggal disana, dalam perjalan sebelum sampai ke rumah mertua, takut ngrepotin ibu mertua yang harus menyediakan makan untuk anak dan mantunya yang datang dari jauh #padahal nggak jauh ding,cuma 1 jam :D...kami biasanya mampir dulu cari seger-seger dan yang lumayan kenyang di perut, karena kami berdua sangat suka mie dan bakso, kalau siang hari mampir dulu ke warung bakso balungan di jalan kyai singkil demak, warungnyanya kecil tapi lumayan rame terutama pada waktu makan-makan siang, yaa...walaupun tempatnya sangat sederhana di pingggir kali, kami tetap bisa menikmati kesegaran kuah baksonya sambil  krikit-krikit balungannya, nikmatnya....murmer paling kami habis tidak lebih dari Rp 25.000 untuk berdua ditambah lontong dan minumannya.

Seperti yang telah kita ketahui, bakso balungan adalah kuliner khas kota demak atau kota wali, biasa disebut bakso balungan (tulang) karena di seporsi baksonya selain ada mie dan bakso terdapat  juga balungan atau potongan tulang-tulang sapi/kerbau yang yang masih berbalut irisan daging, itulah kenikmatan makan bakso balungan, disisi lain bisa ngrikiti balungan mencari sisa-sisa daging di sela2 balungan, untung2 bisa nyeruput sum-sumnya juga #kasihan banget ya...:P .. tapi sayangnya kalau warung bakso di jl kyai singkil ini balutan daging di tulangnya sedikit, bayangkan kalau dagingnya banyak, jadi tambah maknyusss ....

bakso balungan

Kenikmatan bakso balungan bukan terletak pada baksonya sendiri tapi cara menikmati dan menggerogoti serpihan daging pada tulangnya itulah yang mengasyikkan sehingga para penikmat bakso bisa ketagihan, cobalah rasakan nikmatnya bakso balungan ini, sebenarnya bakso balungan ini sudah banyak tersebar di beberapa wilayah selain demak, tetapi kemungkinan asal muasalnya dari kota demak sehingga menjadi salah satu ciri khas makanan kota demak...kemungkian di kota teman2 ada juga , cobalah makan bakso ini pasti akan ketagihan apalagi kalau mendapati balungan yang diselimuti dagingnya yang tebal...yummmy....


bakso balungan




Senin, 29 April 2013

Kuliner ke Kota Boyolali, SOTO SEGER MBOK GIYEM

Pada hari minggu kemarin karena ada suatu 'misi' tertentu aku bersama teman-teman grup LangsungEnak semarang, jalan-jalan ke boyolali, kami berlima bersama mbak edith, mbak yulia, mbak titiek, mbak dede beserta sopir yang masih saudara dari mbak yulia berangkat dari semarang kurang lebih pukul 8-an pagi dengan satu mobil, nggak terasa sepertinya perjalanannya kok cepet sekali sampai ke boyolali disamping karena jalanan  lancar nggak terjebak macet di daerah ambarawa juga karena di dalam mobil sering ngobrol dan bercanda jadi nggak sadar kalau sudah 2 jam-an perjalanan ke boyolali, sampai boyolali sekitar jam setengah sebelasan siang sampai tujuan kami.

Dengan sambutan hangat dari tuan rumah (mas novi) dan isteri serta keluarganya dan ngobrol sana sini, sampai akhirnya jam makan siang datang, mas novi menawarkan kami untuk makan siang di luar, terus terang karena aku jarang ke boyolali dan dulu kalau lewat hanya mampir untuk minum susu segar saja kalau kuliner khas boyolali lainnya aku buta sama sekali. Pilihan mas novi jatuh kepada SOTO SEGER MBOK GIYEM.

Soto mbok giyem bersama perkedel dan sate kikil

Aku baru merasakan soto khas boyolali ini, kata mas novi ini adalah satu warung soto yang terkenal sekarang di boyolali, kalau dulu ada juga soto rumput yang kuahnya lebih kental tapi sekarang sudah kalah dengan ketenaran soto mbok giyem ini, karena kebanyakan orang mencari soto dengan kuah lebih bening, di warung soto mbok giyem ini kuah sotonya memang bening dengan rasanya yang gurih dan menyegarkan di saat makan siang panas seperti ini. Disini tersedia 2 pilihan yaitu soto daging sapi dan soto ayam, katanya yang paling populer ya soto daging sapinya. Soto disajikan dalam mangkok kecil tapi lebih besar daripada mangkok soto di semarang yang mungil, dengan isian soto seperti pada umumnya suwiran ayam/irisan daging sapi  kecambah dan daun seledri dengan ditaburi bawang merah goreng.

Kalau makan di warung soto ini semakin istimewa dengan diiringi  pengamen yang diberikan tempat duduk di depan warung dengan menyediakan kotak uang disebelahnya, sudah warungnya rame tambah rame lagi dengan adanya nyanyian pengamen tersebut...heheeee... Disamping itu yang lebih istimewanya lagi adalah di depan meja kami banyak sekali makanan kecil atau lauk pendamping yang sangat banyak dan menggoda iman, diantaranya ada sate otak, sate telur puyuh, sate paru, sate kikil dan berbagai macam gorengan seperti mentho (makanan kecil khas boyolali dari kacang tolo, singkong dan kelapa parut), mendoan, bakwan sayur, perkedel  dan lain-lain..bikin ngilerrrr....tapi apa daya perut sudah nggak muat dengan hanya satu porsi soto, perkedel dan sate kikilnya yang jumbo...o iya, ada yg unik juga disini, tersedia juga onde-onde isi kacang merah,laris juga onde2nya, kemarin nyicip satu, sementara teman2 lain membawa onde2 untuk dibawa pulang, kalau aku karena dirumah stok makanan sudah banyak, maka aku nggak ikutan beli.



Berbagai macam lauk pendamping, ini belum komplet masih ada sate kikil, sate paru, sate otak dll


Di soto mbok giyem ini katanya memiliki kurang lebih 4 cabang. Kalau yang kami singgahi ini letaknya di depan SDN 5 boyolali, lokasinya agak masuk ke dalam kurang lebih ada 20 meter dari jalan raya. Sedang yang lainnya ada yang di depan jalan raya boyolali sehingga mudah ditemukan. Tapi kata mas novi walaupun sama tapi rasanya lebih enak yang aku singgahi sekarang ini.Nggak tahu juga la wong belum merasakan yang lain juga...heheee...

Setelah selesai makan, kami mampir lagi ke mas novi untuk sholat dan ngobrol-ngobrol lagi sebentar sampai akhirnya waktu yang memisahkan kita, kami semua mohon pamit atas segala sambutan dan makan siangnya yang seger kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, semoga kita semua masih bisa dipertemukan lagi dengan acara yang berbeda....amiiiin YRA, terimakasih juga buat teman2 seperjalanan, mbak eri, mbak edith, mbak yulia, mbak titiek dan juga bang Dul sebagai sopir yang telah menemani kita...