Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2013

WHITE CAKE (LAGI) DAN PUDING COKELAT BUAT ANAK-ANAK

Cuma mau sekedar pamer aja, bulan puasa semuanya berbau ta'jil, termasuk ini nih bikinanku buat ta'jil anak-anak dan tadarusan di masjid, lumayan juga bikinnya untuk 125 anak, makanya aku pilih yang simple-simple saja yaitu puding cokelat dengan taburan meisis di atasnya dan masih setia dengan Steam White Cakenya mbak Nina Naura cake yang super duper enak dan lembut, sedang pudingnya aku modifikasi sendiri dari Puding Sutera Buah tapi dibikin cokelat biar anak-anak suka...resepnya sudah ada di-link dia tas ya...tinggal klik saja...

White Cake Ungu 
Masih ada rongga udaranya dlm cake padahal sudah kegedok-gedok loyangnya, kurang dibanting kali ya..:D


puding cokelat  tabur meises

Kamis, 28 Maret 2013

PELATIHAN MEMBUAT ROTI DAN DONAT DI SCC SRIBOGA SEMARANG

Alhamdulillah...akhirnya bisa ikut pelatihan membuat roti dan donat yang diselenggarakan oleh SCC SriBoga Semarang pada hari kamis, 28 maret 2013 dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Ini berkat informasi teman2 juga di grup FB Langsungenak, nggak ada ruginya bisa gabung dengan grup Langsungenak, punya teman2 yang baik2 juga mereka tidak pelit untuk berbagi ilmu tentang perkulineran, disamping itu kalau ada informasi2 lain yang berhubungan dengan perkulineran, mereka pasti akan berbagi juga dengan teman2, yuuuk...teman2 kalau punya fb gabung ya di grup Langsungenak, ini open grup kok jadi semuanya boleh gabung dan posting disana asal postingan yang berhubungan dengan kuliner ya, kalau di luar itu pasti bakalan dibanned sama bu lurah, itu istilah adminnya yang bernama Nina Yusab Mlanding...maksudnya yang dibanned postingannya loh, bukan orangnya...heheee...

Pelatihan di SCC ini atas info teman juga yang pernah ikutan pelatihan ini sebelum angkatanku, caranya cukup mudah kok tinggal telp aja ke SCC grup semarang  024 3563072  minta informasi untuk pendaftaran nanti akan dicatat dan setelah dapat tempat pihak SCC akan menelepon kembali ke no hp teman2 5 hari sampai satu minggu sebelum hari H untuk konfirmasi waktu pelatihan dan tempat, gampang kan..? jangan kuatir tentang masalah biaya, pelatihan ini gratis kok tanpa dipungut biaya apapun, mungkin ini adalah bagian strategi pemasarnnya SriBoga ya, langsung memperkenalkan produk2nya ke konsumen dan diharapkan nantinya para pengusaha2 kecil yang berkecimpung di dalam pembuatan kue dll akhirnya bisa memakai produk sri boga ini, yang nggak kalah bagusnya dengan produk lainnya, harganya juga terjangkau kok, aku juga pernah memakai produk sriboga ini yang khusus untuk membuat roti, tepung tali emas, sudah aku praktekkan dan hasil rotinya juga empuk.

Sama sekali nggak rugi kok kita ikut pelatihan ini, disamping bisa menambah ilmu tentang per-rotian, kita nantinya juga bisa belajar untuk usaha (program selanjutnya). Walaupun alat2 mereka modern dengan harganya yg selangit, perlu mengeluarkan modal banyak juga untuk serius membuat usaha bakery ini, dibanding dengan aku, harus bergelut dengan adonan roti dulu karena tdk punya mikser roti, ovennya juga oven tangkring biasa, ada orang lain yang mempunyai istilah Otang utk oven yg model tradisional spt ini...heee...yaaa, nggak apa2lah, segalanya harus mulai dari bawah dulu, semoga nantinya Allah meridhoi....

Begitulah semuanya harus mencoba dari usaha kecil2an dahulu, o..iya...meneruskan soal pelatihan kemarin, pelatihan dimulai pada jam 9 pagi sampai jam 4 sore, untuk segmen pertama sampai hampir jam 12 siang, kita duduk manis di kelas, ahhh...mengingatkan aku pada masa2 kuliah, sambil tersenyum simpul :), setelah itu langsung praktek diselingi dengan makan siang dan sholat. Naaaah...di dapur modern ini kita terjun langsung untuk membuat roti bukan chefnya aja yg masak, tp kita sendiri yang turun tangan mengolah dan membentuk-bentuk roti sesuka hati...asyik kaan...??

Ayo teman2 yang ada di wilayah semarang, jakarta, surabaya...mana lagi yaaaa, bisa gabung di SCC sriboga di fb untuk mengetahui informasi lebih lanjut, rugi lo kalau nggak ikutan...

Ini sebagian foto2 pas pelatihan kemarin....











Selasa, 26 Februari 2013

DOKTER & DETAILER vs PASIEN

Beberapa hari yang lalu, aku dan suami 3 hari berturut-turut menjenguk para sahabatku yang sakit dan harus mondok di RS, ada yang sakit biasa sampai ada juga yang sdh kritis dan kalaupun tidak ada perkembangan bisa juga pasien masuk ICU, dan aku juga bisa geleng2 kepala stelah diberitahu temanku bahwa biaya nginep di ICU/hari Rp 7juta-an, Ya Allah Ya Rabbii...belum lagi kalau ada tambahan ventilator, alat untuk membantu nafas buat pasien bisa menembus Rp 10jt-an/hari...MasyaAllah....kasihan sekali keluarga yang tidak punya jika tidak ada asuransi dlsb. Bersyukurlah bagi orang2 yang masih diberikan kesehataan sampai sekarang, tidak pernah masuk RS dan harus menanggung beban mental maupun material yang begitu tinggi.

Disalahsatu RS di semarang, di sela-sela aku menengok adik temanku yang masih kritis, sambil menunggu temanku yang masih berkonsultasi dengan dokter, aku melihat banyak sekali para detailer di ruang tunggu, malah banyak detailernya daripada pasiennya yang berobat. Jadi mikir, ini sebenarnya siapa yang sangat diuntungkan dan dirugikan dalam kegiatan para detailer yang bekerjasama dengan para dokter itu?



Ini ada artikel yang menarik tentang mereka, semoga bermanfaat untuk teman2 yang membacanya..

Jawa Pos - Selasa, 09 Jan 2007,tik
Menguak Tabir Dokter-Detailer 

"DOK, kok kemarin saya cek tanda tangannya cuma sedikit? Minggu depan tambah ya, Dok. Biar nanti bonusnya juga tambah banyak," kata Sinta. 


"Iya, iya. Gampang deh," jawab Gani sambil menandatangani selembar kertas yang merupakan daftar kunjungan detailer. 


Itulah cuplikan percakapan antara detailer dan dokter "rekanan"-nya. Ya, detailer itu adalah Sinta (bukan nama sebenarnya, Red), sedangkan dokter "rekanan"-nya adalah Gani (juga nama samaran). Keduanya sudah lama menjalin hubungan "istimewa" yang saling menguntungkan. Apa itu?


Sudah menjadi rahasia umum bila hubungan antara kalangan kedokteran dan perusahaan farmasi bagaikan prangko dengan amplop. Keduanya saling membutuhkan. Dokter pasti selalu bersentuhan dengan obat-obatan, sedangkan perusahaan farmasi berkepentingan memasarkan sebanyak mungkin produknya. 


Tak heran kemudian terjadi "keakraban" antara dokter dan perusahaan farmasi yang diwakili para detailer (sales obat) itu. Sebab, kedua pihak mempunyai kepentingan yang hampir sama: mendapatkan keuntungan yang besar dari penjualan (peresepan) obat ke pasien. Perusahaan farmasi sangat berharap dokter-dokter "rekanan"-nya bersedia membeli dan atau meresepkan obat-obat produknya. Sementara para dokter berharap mendapatkan potongan harga yang besar, komisi, atau hadiah (reward) dari "bantuannya" menjualkan/meresepkan obat-obatan keluaran perusahaan farmasi itu. 


"Lho, itu kan bukan yang aneh di dunia kedokteran. Lihat saja di rumah-rumah sakit atau di klinik-klinik praktik dokter, pasti banyak detailer yang antre di ruang tunggu dokter rekanannya," ungkap Gani yang membantah bahwa hubungannya dengan para detailer semata-mata hubungan yang berkaitan dengan penjualan obat produk perusahaan farmasi tertentu kepada pasien. 


Ya, begitulah yang terjadi. Bagi kalangan awam, keberadaan para detailer yang mangkal di RS-RS atau klinik praktik dokter, memang sepertinya pemandangan yang biasa. Masyarakat pun tak pernah mengkritisi atau bahkan protes tentang hubungan yang "harmonis" dokter dan detailer itu. Padahal, bisa jadi, dari hubungan itu, para pasienlah yang menjadi "korban".


Suatu sore, Jawa Pos mengunjungi tempat praktik dokter A di kawasan Surabaya Timur. Saat itu, lima detailer dengan sabar menunggu dokter "rekanan"-nya yang sedang memeriksa para pasien. Dari lima sales obat itu, ada yang membawa keranjang berisi buah-buahan, ada juga yang membawa kardus berisi DVD player. 


Detailer yang membawa DVD player itu mengaku bernama Doni. Dia membawa "bingkisan" untuk diserahkan kepada dokter A. Bingkisab tersebut merupakan reward perusahaan Doni atas kerja sama dokter A selama ini. 


"Dokternya sih nggak minta. Kebetulan, di tempat praktiknya, tidak ada DVD. Makanya, saya kasih," ucap Doni beralasan. 


Bagi masyarakat awam, jawaban Doni itu mungkin membingungkan. Kenapa Doni harus memberi DVD player padahal dokter A tak memintanya. Setelah ditanya lagi, laki-laki 25 tahun itu bercerita bahwa DVD player itu untuk membina hubungan baik dengan dokter A. Karena dokter A telah meresepkan obat produk perusahaan farmasi tempat kerja Doni dalam jumlah besar. "Makanya, Pak Dokter layak mendapat hadiah. Biar dokternya mau terus meresepkan obatku," tambahnya terus terang.


Itulah salah satu trik yang harus dilakukan detailer untuk melanggengkan hubungan bisnis dengan para dokter rekanannya. Bahkan, bila perlu, si detailer memenuhi keinginan atau kebutuhan si dokter. "Makanya, kita harus bisa menangkap sinyal-sinyal yang diberikan sang dokter. Karena, kerap keinginan itu tak disampaikan secara langsung," lanjut Doni yang enggan menyebut nama perusahaannya. 


Tak hanya trik itu saja yang dipakai untuk "merayu" dokter. Masih banyak cara lain yang dilakukan detailer agar obatnya diresepkan dokter "rekanan"-nya. Misalnya, iming-iming diskon atau bonus bila membeli obat tertentu dalan jumlah besar. Hal ini biasanya dilakukan oleh dokter yang langsung memberikan obat ke pasien. Atau, dokter yang secara langsung meminta pasien untuk membeli obat di apotek tertentu. 


Menurut Anto, sumber di kalangan medis, indikasi-indikasi tersebut menunjukkan adanya "kolusi" antara dokter dan perusahaan farmasi. "Detailer akan lebih mudah menghitung jumlah obat produksinya yang diresepkan dokter, bila hubungan itu berjalan dengan lancar," jelasnya. "Dengan begitu, bonus atau diskon yang diterima dokter juga makin besar dan jelas," tambah Anto yang wanti-wanti tak mau ditulis identitasnya secara lengkap ini.


Anto mengaku bahwa dia memang pernah memanfaatkan kerja sama yang dijalinnya dengan perusahaan farmasi. Bahkan, untuk kepentingan pribadi sekalipun. Seperti, ketika menghadiri acara keluarga di Jakarta, dia meminta perusahaan farmasi yang cukup akrab dengannya, untuk menyediakan akomodasi selama di ibu kota. "Hal tersebut sudah saya lakukan berkali-kali," jelasnya. 


Kompensasinya, kata Anto, sudah jelas. Yakni, dia harus meresepkan obat-obatan produksi farmasi tersebut dalam jumlah tertentu. "Ada hitungannya, tapi saya lupa," ungkapnya. 


Namun, dokter berusia 40 tahun ini mengelak bila hal tersebut dianggap kolusi. Dia beranggapan bahwa hubungan tersebut adalah bentuk kerja sama simbiosis mutualisme. "Saya kan sudah melariskan obatnya," lanjutnya. "Saya tidak pernah minta secara berlebihan. Apalagi, sampai minta dibelikan barang-barang mewah. Makanya, permintaan saya itu masih wajar," imbuhnya.


Bila Anto sering memanfaatkan kerja sama dengan perusahaan farmasi, Dedi --sebut saja nama seorang dokter-mengaku tidak melakukan hal yang sama. Bahkan, dia berpendapat kalau detailer enggan mendekatinya. Ini karena dia cukup strick memperlakukan seorang detailer. Bahkan, dia akan marah besar bila ada detailer di tempat praktiknya. "Saat praktik kan untuk melayani pasien. Jangan sampai ada yang mengganggu," ucapnya.


Dedi lantas bercerita bahwa sejak lulus FK, dia sudah ditawari obat oleh detailer. Semua detailer dari perusahaan farmasi pernah mendekatinya. Namun, dia menolaknya secara halus. Sebab, Dedi mengaku praktik di kantong-kantong masyarakat miskin. Oleh karena itu, dia jarang meresepkan obat paten kecuali terpaksa. "Kasihan pasien saya kalau harus membayar obat mahal. Padahal, ada yang murah," jelasnya.


Menurut Dedi, tak hanya kalangan detailer yang mempengaruhinya dalam peresepan obat. Bahkan, rekan sejawatnya juga melakukan hal tersebut. Hal itu sering kali diungkapkan oleh rekannya. "Dalihnya, saya ditraktir makan. Ternyata, saat makan itulah, dia memprospek untuk meresepkan obat dari farmasi tertentu," tuturnya. "Langsung saya tolak. Karena saya tidak mau ada yang mempengaruhi dalam peresepan obat," lanjutnya.


Hal yang sama berlangsung ketika dia menggantikan praktik teman sejawatnya. Saat itu, teman sejawatnya minta Dedi untuk meresepkan obat yang biasa digunakannya. "Saya langsung tidak mau. Di kedokteran, penguasa tunggal peresepan obat di tangan si dokter. Tidak boleh dipengaruhi orang lain," ucap dokter berusia 35 tahun ini. 


Prof dr HM Sajid Darmadipura SpBS, ketua KMEK (Komite Majelis Etik Kedokteran) Surabaya, mengakui kerja sama antara detailer dan dokter kerapkali terjadi. Bahkan, menurut Sajid, banyak juga PBF-PBF (pedagang besar farmasi) yang memberi hadiah-hadiah ke dokter. Tak hanya itu, berbagai fasilitas juga didapat dokter. Misalnya, bepergian atau berkunjung ke Eropa, mengikuti seminar internasional, maupun memperoleh keuntungan materi. "Sepanjang hal itu tidak mempengaruhi independensi profesinya, tidak masalah," ujarnya.


Namun, dia tidak memungkiri bila ada dokter-dokter 'nakal' yang membalas "hadiah" yang diberikan para PBF tersebut. Dia mencontohkan, dokter yang menganjurkan pasien untuk memeriksakan ke laboratorium pemberi hadiah tersebut. "Padahal, pasien rumahnya di Rungkut, namun dokter menganjurkan untuk memeriksakan ke laboratorium di Perak, milik pemberi hadiah tersebut," terangnya. Selain itu, juga meresepkan obat produksi PBF tertentu, padahal sebenarnya pasien bisa diresepkan obat generik. 


Apakah yang dilakukan dokter tersebut melanggar kode etik kedokteran? Dijelaskan Sayid, dalam kode etik kedokteran pasal 3 yang berbunyi "Dalam melakukan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi". "Dalam kode etik kedokteran, bila ternyata pemberian itu mempengaruhi profesinya, hal itu melanggar. Sanksi etik ialah moral. Karena, moral itu tidak dapat diukur, maka dikembalikan lagi ke nuraninya sebagai seorang dokter," ujarnya.


Sajid tidak menyetujui, bila selama ini ada persepsi dari masyarakat yang mengatakan bahwa dokter tidak tersentuh hukum. Dijelaskan Sajid, dalam UU Praktek Kedokteran nomor 29 tahun 2004, pasal 73, ada tiga hal sanksi yang bisa mengenai dokter. 


Pertama, sanksi disiplin bila menyangkut ketidak puasan pasien atas pelayanan yang diberikan dokter. Yang menangani persoalan itu ialah MKDI (Majelis Kehormatan Disiplin Indonesia). Sanksi yang diberikan oleh MKDI merupakan sanski pendidikan. "Bila MKDI menerima pengaduan pasien terkait masalah pelayanan dokter yang tidak memuaskan, MKDI bisa memberi peringatan hingga mencabut surat ijin prakteknya. ," ujarnya. Kemudian, dokter itu diwajibkan mengkikuti program pendidikan kembali. Setelah itu, untuk mendapatkan kompetensinya yang pernah dicabut itu, dokter tersebut harus melakukan registrasi lagi.


Kedua, sanksi etik diberikan ketika terjadi pelanggaran etik. Misalnya, kerjasama PBF-dokter yang memperngaruhi independensi dokter tersebut. Yang menangani persoalan itu ialah KEMK (komite etik majelis kedokteran). Bentuk sanksi yang diberikan mulai dari peringatan lisan hingga tertulis. "Dalam batas pelanggaran tertentu, kami bisa memberikan sanksi berupa mengumumkan nama dokter yang melanggar etika tersebut ke media massa," tuturnya. 


Dia menambahkan, bila profesi dokter juga tidak kebal hukum. Seorang dokterpun bisa terkena sanksi pidana. Dia mencontohkan, seorang dokter yang melakukan tindakan aborsi tanpa alasan medis yang kuat, bisa terjerat sanksi pidana. "Karena apa yang dilakukannya termasuk perbuatan kriminal," jelasnya.


Karena itu, menurut Sajid, sebagai profesi, dokter harus membekali lima asas etika. Yakni, benefence, apa yang dilakukan dokter harus memberi keuntungan. Kedua, asas non maleficiense, perbuatan yang tidak merugikan orang lain. Ketiga, asas otonomi yaitu, memperlakukan pasien sebagai subyek ukan obyek.. "Termasuk, kemandirian yang harus dimiliki dokter," ungkap Sajid yang juga menjabat sebagai Kepala Bioetik FK Unair. 


Keempat, asas kejujuran yang harus dimiliki dokter terhadap pasien maupun masyarakat. Terakhir, asas confidiencely, dimana dokter tidak boleh menyiarkan stigma pasien. Seperti , kecacatan atau penyakit yang diderita pasien. "Bila dokter memegang kelima asas etik yang berlaku universal tersebut, saya pikir kasus-kasus pelanggaran etik tidak perlu terjadi," tukasnya. (tim jp)



Dari browsing internet yang berasal dari >> http://ridhanif.multiply.com/reviews/item/4.




Jumat, 22 Februari 2013

THE SCIENCE OF DEATH (Buku ke-2 Suami)

IKHLAS MENYAMBUT MAUT UNTUK KEDAMAIAN DI AKHIR HIDUP

Ini kegiatan suami untuk mengisi kekosongan waktu di rumah, ini buku yang ke-2 setelah buku yang pertama yang berjudul PENYAMBUNG LIDAH PARA NABI.

Alhamdulillah kami setiap malam minggu rutin mengikuti pengajian bersama para sahabat lainnya, biasanya kami berangkat jam setengah 12 malam dari rumah dan pulang shubuh jadi semalam suntuk mengikuti pengajian, kadang di sela2 pengajian ya terkantuk-kantuk juga, kadang masih segar bugar sampai shubuh..heheee...Terkadang ditanyai teman2,  Kamu mengikuti aliran apa? waduh...la aku jawab dengan tegas dan lugas, aku nggak ikut aliran apa2, mengikuti alirannya Gusti Allah aja, nggak usah repot2 dan susah2 mengikuti aliran2 lain yang kebanyakan hanya untuk kepentingan tertentu, kami hanya mengikuti kehendak-Nya, dan selalu memohon Ridho Allah, bukan ridho manusia...makanya pengajian kami santai, tidak pernah memaksakan kepada kami untuk menjadi seperti yang diinginkan guru/sahabat/teman atau siapalah, yang jelas di pengajian kami tidak ada guru dan murid semuanya sahabat, cuma memang ada yang selalu menyampaikan isi2 Alqur'an, itupun beliau tidak mau dipanggil kyai, kami hanya memanggil pak, seperti bapak kita sendiri, beliau hanya  menyampaikan ayat alqur'an tidak menggunakan hadits sedikitpun, betapa mudahnya kalau kita hanya mengikuti alqur'an, kita hanya disuruh ikhlas menjalani takdir, entah itu takdir jelek atau baik semuanya Allah yang menilai, manusia tdk berhak menentukan itu salah/benar.

Heheee...itu cuma sekelumit aja, itulah dasar suamiku menulis buku ini, semuanya dipelajari dan dipahamkan Allah setelah mengikuti pengajian bersama sahabat2 kekasih Allah.

Ini buku yang ke-2 :




Kalau ini bukunya yang pertama :


Semoga buku2nya bisa bermanfaat untuk semua yang telah membacanya, amiiiiin.....

Rabu, 20 Februari 2013

KOPDAR BARENG TEMAN2 GRUP LANGSUNGENAK

Asyiknya Kopdar sambil Demo Cooking Bikin Fancy Bakpao

Pada hari minggu tepatnya tanggal 3 february 2013 bertempat di rumah salah satu member langsungenak di Semarang Indah, kami kumpul sekaligus kopi darat bersama teman2 yang selama ini hanya bertemu dan bersenda gurau di grup...waah, senengnya...sampai aku lupa sama lututku yang sakit..heheee....nggak tahu biasanya di rumah jalannya terpincang-pincang la disana setelah ketemu sama teman2 jadi lupa sama pincangnya...xixixixi....

Dalam acara kopdar dibikinlah acara demo cooking bikin fancy bakpao, yang gurunya bunda meredith sophia anne yang walaupun anaknya masih dirawat di RS karena DB beliau menyempatkan hadir untuk mengajari kita semua, makasih sekali kepada bunda edit...ilmunya semoga bisa memberi manfaat untuk kita semua.

Ini sebagian foto2 kami....







Kebayang kan asyiknya bikin bakpao rame2...mbayangkan seperti anak TK mainan lilin warna, mau membentuk berbagai macam bentuk sesuka hati....semoga kebersamaan kami tetep terjaga, amiiiin

Selasa, 19 Februari 2013

Aku dan Keponakan2ku

Anak-anak yang kusayangi di sekelilingku....


Walaupun aku belum dikaruniai anak dengan suamiku aku sudah cukup bahagia dengan keadaanku sekarang, mempunyai suami yang selalu memberikan kasih sayangnya dan juga memiliki keponakan2 yang lucu2 dan tentunya aku sangat menyayangi mereka semua, aku anggap mereka adalah pengganti dan penghiburku, aku ikut momong mereka dari mereka kecil sampai lumayan besar dari memandikan mereka pada waktu bayi sampai menidurkan mereka, mereka datang silih berganti, setelah keponakan yg satu besar muncul atau lahir keponakanku yang baru (new born), aku ikut senang....inilah pengganti anak2ku, walaupun aku blm memiliki anak, akan tetapi aku bisa ikut merasakn seakan-akan aku memiliki anak karena secara tidak langsung aku juga ikut mengasuh dan menyayangi mereka semua...

Untuk sekarang ini, keponakanku yang menyita perhatianku dan aku selalu merindukannya adalah Aina anak dari adikku, dan karena nasib dan keadaannya juga aku dan suami tambah menyayangi aina, kiss aina, miss u, love u....

ini aku bersama aina pada waktu kecil...aku sangat suka sekali dengan foto ini...







hihiiii...lucu ya ponakanku ini....keponakanku sebnarnya banyak ada 8, tetapi utk saat ini aku merasakan sangat dekat dan sayang sekali sama aina....

Keponakan2ku yang lain sdh lumayan besar2...ada juga sih yang msh bayi, pokoknya semuanya aku sayang dengan mereka dan my my big family....love u all <3 <3












Senin, 18 Februari 2013

About Me

Semarang, 19 February 2013
at my sweet home


Hallooo.....assalamualaikum wr wb, semoga keselamatan dan berkah Allah selalu menyertai kita.

Perkenalkan namaku Rita, lengkapnya Rita Dianawati, aku lahir di kota kecil Pekalongan, Jawa Tengah. Tepatnya pada tanggal 21 April 1975, Sekarang aku mengarungi hidup bersama suamiku Iwan Fahri Cahyadi yang sudah 10 th lebih berbagi pengalaman suka dan duka dengannya, walaupun sampai sekarang aku belum dikaruniai anak, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kami untuk mencurahkan kasih sayang kami kepada keponakanku2ku yang lucu, dan insyaallah kami ikhlas menjalani semua takdir kami, kami sdh tdk berharap banyak untuk memiliki anak, semoga Allah terus memberikan keikhlasan kepada kami untuk menjalani semua takdir yang telah ditentukannya untuk kami, amiiiiin....

Aku adalah seorang ibu rumah tangga biasa, tidak bekerja, banyak menghabiskan waktu di rumah, dan berangan-angan dan sangat berharap agar aku bisa diperjalankan Allah untuk bisa memiliki usaha di rumah sesuai dengan kesenanganku yang suka mencoba-coba resep dan uplek di dapur disamping on line tentunya...heheeee....

Biarkanlah kehidupanku semua mengalir apa adanya, aku hanya bisa menanti...menanti...dan menanti....entah sampai kapan....:)

Semoga dengan blok ini aku bisa berbagi dengan semua dan bermanfaat juga untuk teman2 yang suka masak2 di dapur....

Wassalamualaikum wr.wb.